rumah hujan dan waktu
waktu turun bersama hujan.
perempuan
bersejingkat, menepi ke pelataran
aku mengintipnya dari balik tiang batu,
di pelataran gedung,
di seberangnya
menerka-nerka,
apa yang sedang dipikirkan perempuan --
apakah tentang secangkir teh hangat,
rombongan orang berpayung atau tentang aku,
yang menatapnya lekat
di balik tiang batu
hujan yang turun, adakah
rencana baru dari waktu
siapa di antara kami berdua
yang harus pergi lebih dulu
meninggalkan gedung itu
sangkar sang waktu
No comments:
Post a Comment