jembatan
:shah kalana al laila
jembatan di pusar kampung ini berkali-kali rubuh
kakinya lesak ke sungai, seperti menghempaskan diri
ke lubuk paling sepi
dari musim, harapan, dan surga yang telah dipesan
setiap orang
jembatan ini menghubungkan dua bandar
dua igau: langit dan bumi
ia wasilah bagi penangkap tekukur waktu
yang biasa beterbangan di bayang kuku
ia mengumpulkan pecahan-pecahan garam, kristal,
yang dibawa dari laut, dari pulau di seberang
“belilah kayu yang telah dirajut jadi peci ini
niscaya kau selamat dari laknat mata jahat
atau tiup rayu iblis yang tak berkehendak
kau menetap”
tapi aku ingin jembatan itu kukuh
aku ingin menempuh jalan menuju kiblat
semua desa semua kota. aku ingin berdiri di tengahnya
dan melihat perahu-perahu bergegas
mengangkut manik-manik keringat dari pusar
menuju cahaya di kepala
di jembatan itu—ruang dan waktu bersetebuh
untuk melahirkan kampung, sungai, dan perahu-perahu
baru. yang lucu
dan kalau kau ingin—kita pun bisa membeli pulau
di bawahnya, membangun makam keramat di tengahnya
dan berkunjung tiap bulan maulid tiba
untuk berdendang mengguncang khayangan
dengan sebait kalimat paling murni
yang pernah keluar dari mulut ikan-ikan
di muara paling dalam
di muasal cahaya datang
jembatan ini menghubungkan dosa para hantu
dan kau yang terus menjadi batu
2010
No comments:
Post a Comment